Kucing Balinese

Ras Kucing Balinese adalah kucing yang mempunyai tipe tubuh oriental, langsing dan panjang ditutupi bulu panjang dengan pola warna seperti ras siam atau colorpoint. Nama Balinese dinamakan oleh seorang breeder kucing Helen Smith. Helen menamakan ras kucing Balinese karena keagungan kucing tersebut menyerupai keagungan penari bali. Helen dan rekannya Marion Dorsey yang sama-sama sebagai breeder kucing memutuskan untuk mengembangbiakan Longhaired Siamese dan menjadi kucing Ras Balinese.

Profile Kucing Balinese

Ras ini merupakan bentukan yang spontan akibat dari mutasi ras siam. Perbedaan yang mencolok dengan ras siam adalah dari panjang bulu. Balinese terbagi menjadi dua jenis yaitu Balinese tradisional dan Balinese modern. Balinese tradisional mempunyai badan yang lebih berat dan tegap, bentuk kepala lebih bundar, dan mempunyai daun telinga yang lebih bundar dibanding dengan Balinese modern.

Balinese tradisional mempunyai bulu panjang sekitar 5cm yang menutupi seluruh tubuh. Sementara itu Balinese modern mempunyai bulu yang lebih pendek di sekitar kepala serta badannya. Bulu panjang hanya tumbuh di sekitar bagian ekor saja. 

Ciri Ras Kucing Balinese

Kucing Balinese termasuk golongan longhair sedang. Ciri fisiknya adalah Kepala : Panjang, berbentuk segitiga. Hidung : Mancung dan lurus tanpa ada terpisah. Telinga : Bagian dasar melebar dan besar. Mata : Berukuran medium dan berbentuk almond. Badan : Panjang dan langsing. Kaki : Panjang dan langsing, Bentuk oval dan berukuran kecil. Cakar : Lima jari di kaki depan dan empat jari di kaki belakang, Besar bulat dan kokoh. Bulu : Lembut mengkilap dan merekah, Panjang sekitar 5cm. Ekor : Panjang dan Tipis

Kelebihan dari ras kucing balinese adalah ; lebih pendiam dari siamese, Lincah dan Vokal, mudah disayang, cocok dengan anak-anak, sangat cantik dan lemah gemulai. Hal yang perlu diperhatikan dari ras kucing balinese adalah mereka tidak suka ditinggal sendirian dan perlu disisir setiap hari.

Demikian tentang profile kucing balinese, semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bari pecinta kucing terutama pecinta kucing balinese.

Tips Menjinakan Kucing Persia

Menjinakan tentunya adalah hal yang ingin dilakukan setiap orang pada satwa peliharaanya. Namun kadang sangat susah dan tentunya sangat butuh waktu, karena semua hewan belum tentu mempunyai sifat yang sama. Dengan menjinakan hewan kita tentunya merasa punya nilai plus pada diri kita sendiri. Kita bisa berinteraksi dengan peliharaan kita layaknya kita berinteraksi sesama manusia, merasa aman dan merasa nyaman saat hewan peliharaan di sisi kita. 

Menjinakan hewan yang baru dibeli dan membelinya sudah dewasa tentunya butuh proses dan waktu yang cukup lama tergantung sifat bawaan hewan peliharaan itu sendiri, ada yang adaptasinya cepat ada juga yang adaptasinya cukup lama. Seperti Manusia hewan juga mengalami masa adaptasi pada saat berpindah tempat atau lingkungan. Pasti ada rasa canggung dan malu - malu sama seperti kita.

Begitu pula menjinakan Kucing Persia, bisa disebut gampang - gampang susah. Kuncinya adalah kesabaran dan keuletan pada saat melakukan pendekatan, jangan terlalu dipaksakan juga bila sudah terindikasi rasa stres pada kucing persia yang baru kita beli pada cattery yang anda percaya. Ciri kucing stres biasanya berdampak pada rasa takut yang berlebihan atau secara fisik bulu akan terlihat seperti tidak terawat dan tidak rapi.

Menjinakan Kucing Persia saat masih umur 4 bulan mungkin lebih mudah dan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Berbeda dengan kucing persia yang sudah berumur saat diadopsi. Namun pola makan juga bisa mempengaruhi kejinakan dari hewan ini. Sering berinteraksi juga bisa menjadi faktor dari jinaknya kucing persia yang baru diadopsi. 


Berikut Tips Menjinakan Kucing Persia yang cukup sederhana 

  • Memandikan secara teratur dengan tangan kita sendiri.
  • Beri makan secara teratur dengan terus ditemani kita.
  • Memberi makan dengan tangan kita atau coba permainkan.
  • Mengelus - elus bagian dagu Kucing.
  • Mengelus - elus badan.
  • Sering berinteraksi.
  • Menggendong - gendong kucing.
  • Mengeringkan bulu dibarengi usapan manja kita.

Demikian Tips menjinakan Kucing Persia secara sederhana yang bisa dilakukan oleh anda secara continou dan dapatkan hasilnya dengan kucing yang akan bermanja - manja pada anda. Ikuti terus Kucing Persia Tasik untuk mengetahui info yang seputar kucing persia lainya. Ingat jangan terlalu dipaksakan bila kucing terlihat stres.


Silsilah Sejarah Kucing Persia

Kucing Persia diyakini merupakan ras kucing paling tua di dunia. Kucing Persia adalah kucing yang berasal dari Persia atau sekarang lebih dikenal dengan Iran. Kucing yang yang dikenal mempunyai ciri khas bulu yang indah dan sering manja ini diakui juga sebagai kucing ras paling bagus. Bagaimana tidak ? dilihat dari sisi harganya yang tak murah bahkan perawatanya pun cukup mahal.

Kucing Persia diberitakan diperkenalkan oleh pietro della valle pada tahun 1620 ke Italia. mereka jiga dibawa dari Turki ke Prancis oleh Nicholas Claude Fabrie De Peiresc. Semuanya masuk dalam dokumentasi sejarah Persia yang kita kenal sekarang negara Iran.

Hal ini diyakini bahwa Kucing Persia diperkenalkan ke Inggris dari Perancis, dan bahwa sebelumnya mereka tidak memiliki bulu yang panjang seperti yang kita lihat pada umumnya sekarang. Sebaliknya, mereka dibesarkan di Turki dengan Angora's Turki, yang mana berasal dari ras yang berbulu panjang. Namun, dalam versi lain dari sejarah, kucing dikembangbiakkan dengan kucing liar Afrika untuk mendapatkan bulu yang panjang.

Tidak ada keraguan dalam versi apapun, bahwa Persia selalu dianggap kucing bernilai tinggi. Mereka dianggap langka, dan mereka disukai oleh strata orang – orang kelas atas, Versi lain dari sejarah Persia saat ini sebagai keturunan dari Felis Libyca, yang sebenarnya adalah kucing yang berasal dari Afrika dan Asia.



Versi ini juga memiliki Persia diperkenalkan ke Eropa jauh lebih awal dari 1620. Bahkan, versi ini memiliki Persia yang diperkenalkan di tahun 1500-an oleh Romawi dan Venisia. Versi ini juga menyatakan bahwa Persia dianggap mempunyai nilai jual yang cukup tinggi.

Kucing Persia pertama kali diperkenalkan ke Amerika Serikat dan Kanada di awal 1900 - an, dan dari saat itu, kucing-kucing menjadi hewan peliharaan yang paling disukai, dengan cepat menjadi jenis kucing yang paling populer di dunia. Bahkan, Persia sudah menjadi simbol sebagai hewan peliharaan yang berharga untuk orang – orang yang memeliharanya. Pada saat ini, mereka sering tampil dalam beberapa kontes / pameran kucing peliharaan. 

Demikian sekilas tentang silsilah sejarah kucing persia, mohon maaf bila ada kesalahan. Salam Persia Mania

Usia Ideal Perkawinan Kucing Persia

Berapa sih usia ideal kucing persia untuk dikawinkan ? pertanyaan itu cukup lumrah terdengar dari para pemula yang menjadi kucing persia mania ataupun peternak kucing persia pemula. Selain memang makhluk hidup ditakdirkan untuk berkembang biak, perkawinan juga untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik apalagi menyangkut dengan komersil. Tentunya para cattery ingin memperoleh keturunan yang baik dan mempunyai kualitas yabg baik untuk di komersilkan maupun dipelihara. 

Usia ideal perkawinan kucing persia kadang tak terprediksi, tetapi pada umumnya usia ideal perkawinan untuk kucing persia betina yaitu setelah berumur 8 Bulan - 1,2 Tahun dimana birahi dan mental serta fisiknya sudah siap. Sedangkan pada kucing persia jantan umumnya usia ideal perkawinan bila sudah memasuki usia 1 tahun atau lebih. 

Perhatikan cara mengawinkan kucing persia. Adapun ciri betina sudah siap kawin adalah : bersuara keras, lebih manja, nafsu makan kadang berkurang, gerakanya lincah, suka menggesekan tubuh ke dinding, sering berguling - guling, sensitif dan bulu terlihat bersinar. 


Bila si kucing sudah mengalami tanda-tanda tersebut berarti sudah siap kawin, namun bila usianya sudah 1 tahun tetapi belum mengalami tanda-tanda tersebut, jangan dulu dikawinkan. Suplai lah Vitamin E untuk meningkatkan hormon supaya birahi cepat timbul dan kucing siap kawin. 

Masa perkawinan kucing biasanya berlangsung sekitar satu minggu. Rawatlah dengan baik supaya proses kehamilan dan melahirkan berjalan lancar. Perhatikan kebersihan dan kelayakan kandang, bersihkan kandang dengan bersih dan hati - hati. permukaan kandang jangan terlalu lembab dan dianjurkan menggunakan water dispenser untuk penampungan air minumnya agar tidak tumpah bila menggunakan penampungan air minum biasa. Perhatikan makannanya supaya memberikan pakan yang mengandung protein yang tinggi agar perkembangan janin stabil dan normal.

Usahakan agar kucing yang sedang hamil berada terus dirumah untuk memastikan keselamatan dan tidak memakan makanan yang sembarangan yang dapat mengganggu proses kehamilan. Demikian bahasan usia ideal perkawinan kucing persia yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi anda dalam merawat atau beternak kucing persia.

Cara Mengawinkan Kucing Persia

Assalamualaikum Persia mania, selamat menjalani aktivitas bagi yang menjalankan aktivitasnya masing-masing. emmmm apa mungkin ada yang lagi manja-manjaan sama kucingnya hehehehe, o iya nih kalo pengen si kucingnya tambah banyak yu kita kawinin, kasian juga kan kalo sampe dipelihara tapi gak di biakin. kucing juga punya hak berkembang biak dong sama kaya yang punya hehehehe. yu kita langsung menuju bahasan cara mengawinkan kucing gak pake obat kuat alami lo hahahahaha.


Cara Mengawinkan Kucing

Cara mengawinkan kucing persia gampang-gampang susah. Banyak sekali pemilik kucing persia yang tidak memperhatikan karakter dan keadaan kucingnya terutama ketika kucing tersebut sedang birahi, sering kali pemilik kucing menganggap bahwa kucing pasti mau kawin saat birahi padahal tidak.
Kucing hampir sama dengan manusia yang memilih pasangannya, walaupun sudah birahi belum tentu kucing betina langsung mau kawin dengan kucing jantan, begitu juga sebaliknya kucing jantan belum tentu mau kawin walaupun ada kucing betina birahi.
Selain itu dengan mengetahui dan mengontrol karakter dan keadaan kucingnya dapat menghindari perkawinan inbreeding (kawin sedarah) dan dapat menangani perkawinan secara benar.

Masa birahi kucing persia
Kucing betina pertama kali birahi saat berumur 7-8 bulan atau 10-11 bulan dimana berlangsung selama 7-10 hari, dan siklus birahi akan berulang setelah 1,2-3 bulan. Tanda kucing betina birahi antara lain suara menjadi berat dan keras, suka berguling- guling, agresif, dan nafsu makan menurun.
Kucing betina sebaiknya tidak dikawinkan sebelum berumur 1 tahun dengan berat minimum 6 pound ( sekitar 2,7 kilo ). Pemilik perlu memperhatikan timbulnya pyometra sehingga menyebabkan penundaan breeding sampai beberapa kali.
Pyometra adalah infeksi uterus karena penumpukan hormone progesterone, dan berakibat adanya penebalan dinding uterus dan berpotensi tumbuhnya bakteri, dan jika terjadi pyometra maka harus diambil uterusnya agar tidak terjadi kematian.
Pemilik kucing harus selalu memperhatikan kesehatan kucing persia miliknya karena ini merupakan prioritas utama sebelum memutuskan untuk re-breeding. Kucing betina yang dalam masa menyusui dan membesarkan anak-anaknya sebelum anaknya lepas sapih (umur 3 bulan) jangan dikawinkan terlebih dahulu. Formula minimum untuk periode re-breeding adalah 3bulan + perbulan dari jumlah anak yang dilahirkan dan disusui.

Masa birahi kucing jantan berbeda-beda, tetapi biasanya terjadi pada umur satu tahun atau lebih. Tanda kucing jantan birahi yaitu suara mulai keras, suka mengeong, dan kalau melihat kucing betina ingin cepat menaikinya.

Pemeriksaan sebelum perkawinan
Dilakukan pemeriksaan terutama pada kucing betina, yaitu :
1. Vaksinasi
Tujuan vaksinasi adalah agar anak yang dilahirkan bisa memperoleh nutrisi yang baik dari induk yang bebas penyakit, sehingga anaknya bisa gemuk dan sehat

2. Pemberian obat cacing
Tujuannya adalah agar anak kucing yang dilahirkan tidak cacingan

3. Kondisi kesehatan
Sebelum dikawinkan kucing betina harus dipastikan dalam keadaan sehat, tidak kurus, kulit dan bulu tidak bermasalah. Tujuannya agar proses perkawianan lancer, proses persalinan lancar, dan anak yang dilahirkan tidak mengalami masalah akibat tertular penyakit dari induknya.
Kucing jantan hanya diperiksa seperti biasanya ( general checkup ). 

Proses perkawinan

Cara mengawinkan kucing Persia : 

Kucing jantan dan betina didekatkan tetapi tidak dalam satu kandang. Proses ini sebagai pengenalan dan penentuan proses selanjutnya. Jika berjalan lancar maka membutuhkan waktu antara 1-2 hari. Tetapi walupun sudah didekatkan tetap tidak mau betina harus di carikan pejantan yang lain karena kucing betinanya yang tidak mau maupun sebaliknya.
Apabila lancar maka proses perkawinan dapat dilangsungkan dan biasanya berjalan secara alami. Pejantan akan mendekati betina, menciumi kemaluan betina, mulai menaiki sambil menggigit tengkuk betina, dan berlangsunglah perkawinan. Saat berlangsung penetrasi, biasanya betina mengerang keras lalu berguling dan sambil menjilati kemaluannya.

Ada kalanya betina sulit dikawini pejantan karena salah posisi ( miring, terlentang, pinggul tidak diangkat ). Jika hal ini terjadi maka kita dapat membantunya dengan memegang betina pada posisi yang benar. Keberhasilan proses ini tergantung pada kemauan, kemampuan, pengalaman, dan kesabaran pejantan menghadapi betina. Proses kedua dan ketiga akan berlangsung 2-7 hari dan setelah itu pejantan dan betina bisa dipisahkan.

Sebaiknya matang (perkawinan) dilakukan 3-4 kali per hari dalam jangka waktu 2-3 hari berturutan, setelah itu pisahkan pejantan dan betinanya sampai kita yakin terjadinya kehamilan. Bila proses kehamilan gagal biasanya betina akan mengalami estrus lagi. Sebaiknya proses perkawinan juga diawasi, paling tidak kita menyaksikan bahwa proses tersebut berhasil yang ditandai dengan betina yang berguling-guling dan marah bila didekati oleh pejantannya.

Tidak seperti pada anjing, telur kucing akan dijatuhkan setelah proses breeding terjadi, dan semuanya dijatuhkan sekaligus. Oleh karena itu betina akan berguling-guling dalam rangka menjatuhkan telurnya agar bisa bertemu dengan sperma yang ditinggalkan pejantannya.
Biasanya (tidak selalu) dalam 24 jam atau 48 jam setelah proses matting, betina akan berhenti memberikan tanda2 birahinya (berteriak2, berguling-guling, merintih2). Ini menandakan bahwa proses pembuahan telah terjadi. Dan kemudian dalam hari ke 21 sudah bisa di cek apakah puting susunya membesar dan berubah warna menjadi pink. Pada beberapa kucing Persia, perubahan bisa saja terjadi pada 1 bulan pertama atau bahkan pada minggu ke 6.

Kadang-kadang antara hari ke 21-28, betina menunjukkan gejala2 heat lagi yang terjadi karena perubahan hormonal. Atau juga terjadi pada minggu ke 6 dimana dia mulai merasakan pergerakan anak didalam perutnya. Pada masa ini, biasanya dia akan mencari tempat untuk sembunyi untuk melahirkan. Pastikan bahwa tersedia tempat yang tenang dari gangguan kucing lain sebelum proses kelahiran terjadi.

Kucing betina biasanya mengalami masa kehamilan antara 59-68 hari. Untuk mempermudah perhitungan, kita bisa mengambil angka rata2 63-65 hari dihitung dari hari pertama kita mulai mengawinkan (asumsi terjadi pembuahan pada hari pertama). Gunakan calendar untuk menandai masa kawin dan kemungkinan masa kelahiran. Hal sangat penting bagi kita sebagai pemilik untuk mengevaluasi kondisi kehamilan terutama menjelang minggu-minggu terakhir. Lebih baik lagi bila didiskusikan perkembangannya dengan dr. hewan untuk memastikan kesehatannya.

Advertisment

Followers

Contact Form

Name

Email *

Message *