Penyakit Kucing dan Penyembuhanya

Cara Mengobati Kucing Yang Sakit

pengobatan kucing

Kali ini yang ngepost mencoba mengulas meskipun gak tuntas tentang penyakit kucing dan penyembuhanya hehe.
oke langsung saja 
- Yang pertama kita akan membahas salah satu penyakit kucing yaitu FIE. Apa itu? kepanjangan dari FIE adalah Feline infectious enteritis. Ini adalah salah satu dari penyakit menular yang paling sering menyerang kucing peliharaan kita.

Penyakit kucing ini dapat menyebabakan penurunan dramatis jumlah sel darah putih yang ada. Gejala-gejala dari penyakit kucing ini adalah sebagai berikut :
  •     Demam
  •     kehilangan selera makan
  •     depresi
  •     muntah-muntah
  •     diare.

Bukan jenis kucing atau ras kucing tertentu yang paling mudah mengalami kematian. Melainkan anak kucing (tidak peduli jenisnya) yang paling memiliki tingkat kematian paling tinggi.

Beruntungnya sudah ada vaksin untuk penyakit kucing ini sehingga penularan penyakit ini dapat dikendalikan. Walau begitu kucing yang berhasil sembuh akan sering tetap lemah sepanjang sisa hidupnya. Jadi sebaiknya hati-hati..selalu waspada! Banyak cara sebuah penyakit dapat menular tidak terkecuali dengan kucing milik anda.
- Yang kedua adalah Toxoplasmosis
Ada sebuah mitos bahwa Toxoplamosis dapat menyebabkan keguguran pada ibu hamil. Dan banyak yang mengatakan bahwa penyakit ini berasal dari kucing. Benarkah demikian?

Menurut saya 50% benar dan 50% salah. Mangapa? Karena sebenarnya kucing yang menderita Toxoplamosis memang membahayakan manusia. Tapi jika tidak menderita ya tida apa apa. Penyakit pada kucing Toxoplamosis disebabkan oleh protozoa Toxoplasma Gondii . Protozoa ini berkembang biak pada epitel usus kucing.

Jika manusia terkena penyakit ini maka dia akan menunjukkan gejala dengan suhu badan 40-41 C. Selain itu nafsu makan hilang diikuti tubuh menjadi lemah serta lesu. Dan yang gejala yang paling menonjol adalah anemia dan keluar ingus dari hidung.

Jadi jika ada anggapan bahwa kucing adalah penyebab toxoplomatis tidak 100% benar. Karena tidak mungkin manusia terkena penyakit ini jika kucing juga tidak menderita toxoplomatis. Seperti terkena penyakit kulit.

Sampai saat ini penyakit kucing ini masih belum ada vaksinnya. Oleh karena itu sangat dianjurkan bagi pemilik kucing untuk memeriksakannya ke dokter hewan secara berkala. Sedangkan untuk pencegahan supaya kucing tidak terkena adalah dengan tidak memberikan makanan mentah pada simanis.

Ingat hindari penyakit kucing lebih bagus daripada menyembuhkannya.
-Yang ketiga adalah  Infeksi Telinga Pada Kucing
Infeksi telinga merupakan penyakit kucing yang paling sering terjadi pada kucing dan paling mengganggu. Infekti telinga ini dalam dunia medis dikenal dengan nama otitis. Berikut beberapa gejala jika kucing mengalami gangguan dari penyakit kucing yang menyebalkan ini :
  • Jika pada bagian pangkal telinga kucing diraba maka akan terasa sakit
  • Muncul cairan berbau busuk dari lubang telinga
  • Kucing seringkali mengeleng-gelengkan kepalanya
  • Kebiasaan lainnya jika terkena penyakit kucing otitis ini adalah seringnya kucing memiringkan         kepalanya
  • Dan yang paling mudah terlihat adalah terjadi pembengkakan pada daun telinga

Untuk pengobatannya sendiri bisa diberikan dengan obat tetes telinga yang banyak dijual di pet shop. Sedangkan untuk pencegahannya adalah tergantung dari pemiliknya yaitu anda

Bersihkanlah telinga kucing secara teratur. Selain itu juga berikanlah bedak antikutu.

Tips merawat anak kucing

Merawat Anakan Kucing

kucing persia tasik

Cara merawat anak kucing ,  Setelah lahir anak kucing harus diberi makanan yang alami (susu ibu) dalam waktu 10-20 menit.  Jangan lupa untuk juga memberi makan induk kucing makanan dan air minum saat dia menyusui anak mereka. Anak kucing dapat memakan makanan padat pada usia dua sampai tiga minggu. Sisihkanlah uang untuk memberi mereka makanan komersial maupun susu komersial khusus anak kucing. Dalam masa pertumbuhann seperti hindari untuk memberi susu sapi atau susu kambing karena masih belum dapat dicerna dengan sempurna karena mengandung laktosa.
Salah satu permasalahan pemilik kucing adalah sifat kucing yang selalu buang kotoran sembarangan. Untuk mengantisipasi hal ini sejak dini maka sediakan dua buah nampan untuk mengganti kotoran dan ganti nampan-nampan tersebut secara teratur pada siang hari. Secara alami anak kucing akan membuang kotoran disanan pada usia tiga sampai empat minggu.
Untuk induk kucing yang menyusui sebaiknya atau mungkin harus diberi obat cacing setiap bulan. Dan untuk anak kucingnya sendiri harus diberi obat cacing setiap dua minggu. Dimulai pada umur dua minggu sampai berumur tiga bulan.
Anak kucing anda dapat disapih mulai umur delapan minggu. Pada tahap ini induk kucing akan tidak selalu bersama anaknya hingga harus diberi makanan padat.
Supaya nantinya kucing tidak bertindak agresif dengan manusia. Maka anak kucing harus melakukan kontak terhadap manusia pada umur setidaknya dua sampai tujuh minggu.
Supaya kucing tidak menyusahkan anda, Berilah banyak rangsangan baru yang tidak mengancam tentunya. Misalkan saja bunyi-bunyian maupun bertemu dengan binatang lain.
Jangan lupa untuk mengetahui sifat anak kucing, supaya anda dapat menebak suasana hatinya

  • Jika andak kucing setengah matanya tertutup kemudian memutar sedikit telinganya kesamping itu menandakan anak kucing sedang merasa nyaman
  • Jika pupil mata membesar itu artinya sedang terkejut
  • Jika anak kucing mengarahkan telinga dan membuka mata lebar-lebar, itu berarti anak kucing ingin bermain
  • Jika Mendongak dan menggerakkan kepala ke belakang, itu artinya mungkin seseorang sedang mendekatinya terlalu dekat
  • Jika sedang mengarahkan telinga, memutarnya ke belakan dan juga mengecilkan pupil mata. WASPADALAH! Anak kucing sedang MARAH.
Semoga membantu anda dalam merawat anak kucing anda.

Tips Memilih Pakan Kucing

Memilih Makanan Kucing Persia

Secara sederhana pakan kucing dapat dibedakan menjadi tiga katagori, diantaranya adalah pakan kering, semi kering dan basah.

Pada umumnya para pencinta kucing lebih sering menggunakan pakan kering, pakan berbentuk biscuit yang memiliki kadar air kurang dari 10%. salah satu alasan menggunakan pakan kering adalah awet dan mudah penyimpanannya, penggunaan pakan kering bermanfaat juga untuk kebersihan gigi kucing. Namun kadar air yang rendah pada pakan kering, maka kucing harus diimbangi dengan air minum yang cukup. Pakan semi kering, memiliki kandungan air sekitar 25%. Secara fisik pakan kering juga berbentuk seperti biscuit, namun kandungan airnya lebih tinggi. Jenis pakan ini, tergolong jarang ditemukan di tanah air.

Penggunaan pakan basah yang memiliki kandungan air sekitar 70%, diberikan pada kucing sebagai selingan pada saat bosan pada pakan keringnya. kelebihan pakan basah adalah aroma yang menyengat sehingga merangsang nafsu makan kucing. Diet pakan basah, bisa digunakan untuk membantu terapi awal pada gangguan saluran kencing kucing. Selain itu pakan basah lebih mudah untuk dicerna, dan bagus untuk pertumbuhan.

Beberapa hal yang penting adalah, membedakan kebutuhan makanan untuk kucing anakan dan kucing dewasa. Perbedaan yang utama adalah anakan kucing membutuhkan pakan yang mengandung protein yang lebih tinggi. Jadi pilihlah makanan yang sesuai dengan umur kucing. Hindarilah memberi makanan kucing seperti pada komsumsi manusia, karena kebutuhan nutrisinya berbeda.

Memandikan Kucing Persia

Memandikan Kucing Ras

kucing mandi

Kucing Persia memiliki rambut panjang sehalus sutra yang membutuhkan perawatan khusus.

Meskipun kucing Persia sering menjilati bulu mereka sendiri sebagai cara merawat bulu, perawatan tambahan oleh pemilik tetap diperlukan.

Merawat bulu (menyisir) secara teratur akan menghilangkan rambut longgar dan membuat bulu tidak kusut.

Selain menyisir, memandikan kucing Persia juga diperlukan terutama jika mereka sering berada diluar ruangan.

Debu dan kotoran akan mudah mengotori bulu kucing dan mengganggu keindahan serta kesehatan mereka.

Memandikan kucing Persia memang bisa menjadii pekerjaan yang menantang, tetapi dengan ketekunan dan sedikit pengetahuan dasar, semuanya tidak akan menjadi masalah lagi.

Berikut adalah tips memandikan kucing Persia:

1. Isi bak mandi dengan air hangat hingga terisi setengah. Tuangkan 1/2 sdt. sabun pencuci piring cair ke dalam bak mandi.

2. Tempatkan kucing perlahan ke dalam air.

Selalu pegangi kucing saat proses memandikan agar tidak melompat keluar. Jaga agar kepala kucing tidak terkena air.

3. Tuangkan air ke tubuh kucing dengan cangkir. Jangan menggosok bulu karena hanya akan membuatnya menjadi kusut.
Cukup ratakan bulu ke arah bawah. Jangan sampai air masuk ke dalam telinga, mulut, mata, atau, hidung kucing Persia Anda.

4. Setelah itu, biarkan tubuh kucing terendam dalam air selama sekitar satu menit.

5. Buang air dari bak mandi. Terus pegangi kucing.

6. Isi kembali bak mandi dengan air hangat hingga setengahnya untuk membilas kucing dari sisa sabun.

Tuangkan air pada tubuh kucing dengan cangkir dan gosok bulu dalam satu arah (ke arah bawah). Rendam kembali tubuhnya di air selama satu menit.

7. Angkat kucing dari bak mandi. Peras bulu kucing dengan lembut untuk membuang kelebihan air.

8. Handuki badan kucing dengan handuk lembut.

Gunakan lebih dari satu handuk jika diperlukan untuk memastikan kelebihan air bisa diserap semuanya.

9. Sisir bulu kucing dengan sisir logam agar tidak kusut.

10. Blow dry bulu kucing dan gunakan panas terendah. Keringkan satu bagian bulu pada satu waktu.

Lanjutkan untuk mengeringkan bulu bagian lain kucing Persia Anda.


Cara Merawat Kucing Persia

Pemeliharaan Kucing Persia

Memelihara kucing memang asyik terutama bagi anda yang maniac kucing persia, tetapi suka saja belum cukup tapi anda harus tahu cara memliharanya. Ada bebrapa hal yang harus dilakukan untuk memlihara kucing persia ini. Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat cara memelihara kucing persia dibawah ini :


Kucing Persia Tasikmalaya


Berikan kandang yang nyaman
Kandang merupakan bagian penting dari pemeliharaan kucing persia, kandang yang buruk akan menjadi penyebab utama kesehatan yang memburuk. Kandang kucing persia harus mempunyai sirkulasi udara yang cukup, jangan sampai kandang pengap. Selain itu sirkulasi udara juga harus diperhatikan. Bersihkanlah tiap hari tempat makanan dan minuman kucing persia, jangan sampai kotor dan becek di dalam kandang.

Lingkungan bermain kucing persia
Tempat yang ideal untuk bermain kucing persia memiliki kelambapan udara sekitar 43% sampai 55%, suhu udara 21 C sampai 24 C. Hindari lingkungan bermain yang kotor dan ada bahan-bahan kimia yang berbahaya sehingga menyebabkan kucing keracunan.

Menjaga kesehatan bulu kucing persia
Kebiasaan kucing yang tidak bisa dihidari adalah menjilati bulu-bulunya sendiri atau lebih dikenal dengan istilah grooming. Hal ini bertujuan untuk membersihkan bulu-bulunya dari kotoran. Namun kebiasaan grooming itu bisa menjadi masalah untuk kucing perisa. Seperti kita tahu bulu dari jenis kucing ini lebih panjang. Saking panjangnya maka kemungkinan untuk tertelan saat menjilat tentu semakin besar. Setelah bulu-bulu itu tertelan dan masuk ke dalam perut maka bulu-bulu akan menggumpal . Hal inilah yang disebut hairball (bola rambut).

Untuk menghindari hairball bisa dengan cara menggunakan pasta khusus untuk mencegah hairball yang bisa anda beli di toko hewan terdekat. Jika anda tidak menggunakan pasta mungkin sesekali anda bisa memberikan margarine pada makanananya. Tapi jika sudah terlanjur menggumpal di dalam perut maka dapat diobati dengan sediakanlah rumput karena secara alami kucing persia akan memakannya untuk memuntahkan hairball. Jika masih tidak bisa dalam artian hairball sudah menjadi besar, ya mau nggak mau anda harus ke dokter hewan untuk operasi. Sedangkan ciri-ciri kucing yang menderia hairball adalah sering mengalami batuk, sulit bernapas, dan tentu saja muntah.

Advertisment

Followers

Contact Form

Name

Email *

Message *